Batu Hajar Aswad diletakkan dalam sebuah bingkai perak dan ditempatkan di sudut Ka'bah di Masjidil Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 1,5 meter di atas tanah. Makkah adalah pusat spiritual Islam karena di sanalah Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya di awal abad ke-7.
Faedah dari Pembangunan Ka’bah dan Peletakan Hajar Aswad. Orang Arab sudah sadar tentang pentingnya membangun masjid dengan harta halal, sehingga mereka tidak menyalurkan harta hasil riba, zina, dan tindak kezaliman untuk membangun Ka’bah. Pribadi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat-sangat luar biasa.
Batu itu dihormati karena menghormati para nabi dan juga untuk memuja Allah SWT. Apalagi, kata Nabi Muhammad SAW dalam hadits Tirmidji, “Hajar Aswad turun dari Jannah, dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian, dosa-dosa anak Adamlah yang membuatnya sampai berwarna hitam.” Dipercaya, batu itu tadinya lebih putih dari susu.
Hajar Aswad (bahasa Arab ٱلْحَجَرُ ٱلْأَسْوَد al-Hajaru al-Aswad) adalah sebuah batu yang diyakini oleh kaum muslimin berasal dari surga. Tidak hanya itu, diyakini, seseorang yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim.
Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dalam situsnya memberikan detail sejarah peletakan kembali Hajar Aswad ini. Menurut situs tersebut, yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim AS dan batu itu diyakini sebagai permata yang berasal dari Surga.
Artinya: “Barangsiapa bersalaman dengannya [Hajar Aswad], seolah-olah ia sedang bersalaman dengan Allah yang maha pengasih,” (H.R. Ibnu Mâjah). Dalam hadis lain juga disebutkan sunah mencium hajar aswad, seperti riwayat Umar bin Khattab, ia berkata: “Sungguh, aku tahu, kamu [Hajar Aswad] hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya
Hajar Aswad. Hajar Aswad bertempat di sebelah timur Ka’bah. Benda ini diyakini sebagai batu yang berasal dari surga. Menurut sejumlah wilayah, dahulu Hajar Aswad berwarna putih. Namun, karena dosa-dosa manusia, warna batu ini berubah menjadi hitam. Saat mendatangi Ka’bah, jemaah dianjurkan untuk menciumnya.
Batu-batu ini diletakkan tidak di tempat yang bisa dijangkau orang, melainkan di tempat yang lebih tinggi sehingga orang tidak menyentuhnya," ujar Demirhan. Demirhan menambahkan penduduk setempat dapat menyaksikan Hajar Aswad secara pribadi selama Ramadhan di Masjid Sokullu Mehmed Pasha dan makam Sultan Suleiman di Masjid Süleymaniye.
Dari Umar sesungguhnya beliau mencium hajar aswad dan berkata: “Sesungguhnya saya mengetahui bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan celaka dan memberi manfaat. Kalau sekiranya aku tidak melihat Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.
Hajar Aswad merupakan batu dari surga yang diturunkan ke bumi saat Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah membangun Ka’bah. Mulanya, batu ini berwarna putih, namun karena refleksi dari dosa-dosa manusia, warnanya berubah jadi hitam. Gambar: Rukun Hajar Aswad, Ka’bah Bentuk Batu. Banyak yang mengira, batu lonjong berwarna hitam di dalam
XdUWH.